|
Written by I Gede Kukuh Adi Perdana
|
|
Thursday, 11 February 2010 14:43 |
Om Swastyastu MENGENAL AGAMA HINDU Apakah nama asli Agama Hindu? Sanathana Dharma (Kebenaran yang Abadi) Siapakah yang memberi nama Hindu pada Sanathana Dharma? Para pedagang dan tentara Arab dan Iran/Persia yang mendarat di daerah Shindu (Pakistan sekarang), saat menyerbu India untuk menyebarkan Islam, mereka melihat penduduk di sana yang melakukan kegiatan spritual (ritual) yang berbeda dengan yang mereka miliki, karena mereka tidak tahu nama dari agama penduduk setempat, maka mereka memanggil masyarakat tersebut sesuai nama daerah/domisilinya yaitu sebagai Orang Shindu, karena lidah mereka sulit menyebut Shindu, maka kedengarannya Hindu…. sehingga penganut Sanathana Dharma kemudian dikenal dengan Agama Hindu. Apakah Agama Hindu Agama Wahyu? Ya… Dimanakah Wahyu itu dimuat ? Dalam Kitab Suci WEDA Siapakah Penerima Wahyu dalam WEDA ? Penerima Wahyu Veda adalah: Sapta Maharsi yaitu Tujuh orang Maharsi yang menerima Vahyu Veda antara lain: Rsi Grstsamada, Rsi Wiswamitra, Rsi Wamadewa, Rsi Atri, Rsi Bharadwaja, Rsi Wasista dan Rsi Kanwa. Apakah arti WEDA ? Swami Sri Bharati Krsna Tyirthaji Maharaja, seorang sarjana Weda dan matematika, mengatakan: Kata Weda memiliki arti awal sebagai sumber utama dan khazanah tak terbatas dari segala pengetahuan. Tidak hanya berhubungan dengan apa yang disebut spiritual atau materi dunia lain, tetapi juga pengetahuan yang berkaitan dengan apa yang biasa digambarkan sebagai duniawi murni dan juga terhadap cara pencarian oleh manusia sedemikian rupa guna mencapai keberhasilan yang sempurna pada segala arah yang diamati |
|
Last Updated on Thursday, 11 February 2010 14:59 |
|
Read more...
|
|
Proposal Renovasi Lingkungan Pura Agung Jagat Karana Surabaya |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 21 September 2009 23:22 |
|
Proposal Renovasi Lingkungan Pura Agung Jagat Karana Surabaya Riwayat Pura dan Permasalahannya. Pura Agung Jagat Karana dibangun mulai tahun 1968 dan mulai digunakan pada tahun 1969, merupakan Pura Khayangan Jagat untuk Umat Hindu di Kota Surabaya dan sekitarnya, yang terletak di Jalan Ikan Lumba-lumba No. 1 Surabaya (Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan Kota Surabaya) dengan luas area 7.703 m2 yang terdiri dari Mandala Utama (Jeroan), Mandala Madya (Jaba Tengah) dan Mandala Nista (Jaba Luar) dengan sarana persembahyangan berupa tempat pemujaan utama dan sarana pendukung lainnya sebagaimana Lay Out Plan terlampir, yang rata-rata umur bangunannya sudah diatas 20 tahun (tanggal 20 September 1987 diresmikan oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Timur Bpk. WAHONO) dengan bahan bangunan utama adalah beton dan pasangan batu bata (campuran spesi pasir, kapur dan semen). Penataan/ Renovasi/ Pembangunan kembali Pura Agung Jagat Karana Surabaya sudah dimulai sejak tanggal 10 Maret 2003 s/d 23 Juli 2005 dengan merenovasi bangunan utamanya yaitu Padmasana lengkap dengan 2 buah Pepelik, Penglurah, Bale Pesantian/ Bale Sari dan 2 buah Apit Lawang dan bangunan yang lainnya, akan dilaksanakan penataan/ renovasinya secara bertahap. Untuk tahun 2009, sesuai dengan kesepakatan rapat antara Banjar Surabaya PHDI/ WHDI Kota Surabaya, Yayasan Jagat Karana, Paguyuban Punia Kerti beserta Tokoh-tokoh Umat Hindu Surabaya, disepakati untuk merenovasi beberapa bangunan di lingkungan Pura Agung Jagat Karana Surabaya, dengan skala prioritas, pertimbangan, diantaranya di : MANDALA UTAMA (JEROAN) : Bale Pawedan - Ketinggian lantai bangunan sudah tidak sesuai dengan pelataran Padmasana sesuai aturan Asta Kosala - kosali seharusnya, minimal mendekati sama.
- Bahan kayu yang ada dari kayu jati, seharusnya untuk Parahyangan dipakai kayu cendana, menengen, cempaka, majegau dan suren (salah satu).
Membangun Bale Panjang Dimaksudkan, jika umat bersembahyang di siang hari lebih nyaman terhindar dari panas terik matahari dan hujan. Kori Agung - Kondisi fisik bangunan sudah mulai rapuh.
- Ketinggian bangunan dari segi etika dan estetika, akibat beberapa kali peninggian halaman Mandala Utama berpengaruh patokan perhitungan sesuai dengan uraian Smerti Astabhumi/ Asta Kosali yang menetapkan bilangan dengan Asta Dewata/ Astawara.
 Keadaan Utama Mandala saat ini. MANDALA MADYA (JABA TENGAH) : Beji - Lantai lingkungan beji sudah ambles.
- Padmasari, besarannya harus disesuaikan akibat renovasi Padmasana.
- Dengan perkembangan jumlah umat yang bersembahyang ukuran panjang lebar beji, kolam dan pemagaran perlu penyesuaian.
Bale Agung dan Bale Serbaguna - Atap asbes motif genteng sudah mulai bocor/ retak-retak akibat usia.
- Pemasangan plafond, listplank dan pengecatan.
MANDALA NISTA(JABA LUAR) : Kantin, KM/WC, dan Tempat Ambulans - Bangunannya 1 (satu) lantai dijadikan 2 (dua) lantai yang difungsikan untuk kantor sekretariat bersama antara Banjar Surabaya, PHDI Jawa Timur/ Kota Surabaya dan Yayasan Jagat Karana Surabaya.
Pos Jaga - Bangunan yang ada semi permanen dijadikan permanen.
Pagar Keliling pada Mandala Utama, Madya dan Nista : - Kondisi fisik pagar rata-rata sudah sangat rapuh (besi beton nampak dan sudah karatan akibat air laut termasuk spesinya sudah mengelupas dan batu batanya juga senawanan).
- Dikawatirkan sewaktu-waktu pagar bisa roboh dan memakan korban (pagar sebelah Timur berbatasan dengan rumah tangga dan sebelah Utara berbatasan dengan sekolah/ lapangan olah raga SD, SMP dan SMA Hang Tuah Surabaya).
- Ketinggian pagar kurang memenuhi syarat, akibat beberapa kali diadakan pengurugan areal Pura.
 Tembok Pura yang sudah direnovasi (Belakang Padmasana) Bentuk Kegiatan yang Dilaksanakan Bentuk kegiatan dan jadwal kegiatan beserta anggarannya selengkapnya dapat anda download disini. |
|
Last Updated on Wednesday, 23 September 2009 01:55 |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 11 October 2008 12:37 |
|
RENCANA STRATEGIS PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA KOTA SURABAYA Sebagai perwujudan strategis tahun 2003-2008, PHDI kota Surabaya telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang komprehensif yang dimaksudkan untuk memaksimalkan keunggulan dan meminimalkan kelemahan. Kerangka Renstra meliputi : Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Program, Kegiatan. |
|
Last Updated on Saturday, 11 October 2008 12:49 |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 11 October 2008 11:21 |
|
VISI PHDI Kota Surabaya: Melayani dan menuntun Umat Hindu untuk mencapai “Moksartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma ” Visi adalah sebagai cara pandang jauh ke depan kamana suatu entitas atau lembaga PHDI Kota Surabaya akan dibawa supaya dapat : eksis, antisipatif dan inovatif. Visi juga sebagai suatu gambaran menantang keadaan masa depan yang diinginan oleh PHDI Kota Surabaya. |
|
Last Updated on Saturday, 11 October 2008 12:50 |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 11 October 2008 11:21 |
|
Misi PHID Kota Surabaya: -
Meningkatkan kualitas sradha dan bhakti melalui Tri Kerangka Dasar Agama Hindu (Filsafat, Ethika dan Ritual) -
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Umat Hindu yang berlandaskan Catur Purusa Artha. -
Menumbuhkembangkan sinergi pemahaman serta penghayatan umat pada ajaran agamanya berlandaskan : Satyam, Sivam dan Sundaram. -
Mendorong terwujudnya keserasian dan keselarasan yang bernafaskan falsafah Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi. Misi adalah pernyataan yang menetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh lembaga (PHDI) Kota Surabaya. Pernyataan misi harus membawa organisasi atau lembaga kepada suatu fokus tertentu dan dapat menjelaskan mengapa lembaga itu ada, serta apa yang dilakukannya dan bagaimana melakukannya. Suatu pernyataan misi yang jelas akan memberikan aahan jangka panjang dan stabilitas dalam Manajemen dan Kepemimpinan lembaga. Sejalan dengan program kerja lembaga, harus diikuti dengan pembentukan tujuan yang terukur, obyektif dan spesifik. Misi sebagaimana pernyataan cita-cita serta merupakan landasan kerja yang harus diikuti dan harus mendukung keseluruhan misi dari lembaga. |
|
Last Updated on Saturday, 11 October 2008 12:54 |
|